Kepahiang, DLIKNews.com — Momen reses Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, S.Ip., M.M, pada Masa Sidang III Tahun 2025, berlangsung penuh haru dan semangat kebersamaan. Berlokasi di Aula Griya 38 Pasar Kepahiang pada 3 Desember 2025, kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat akar rumput.
Sebagai legislator dari Dapil Kepahiang, Edwar menegaskan bahwa tugas dewan tidak sebatas menetapkan regulasi dan mengawasi jalannya pemerintahan. “Tugas kami adalah mendengar langsung suara rakyat,” ujarnya dalam sesi pembukaan.
Apa yang membuat reses kali ini berbeda? Untuk pertama kalinya, Edwar secara khusus menghadirkan penarik becak Pasar Kepahiang sebagai peserta utama. Mereka diberi ruang luas untuk menyampaikan unek-unek dan kebutuhan dasar yang kerap luput dari perhatian.

Agar dialog berjalan lebih substansial, Edwar juga mendatangkan perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, yakni Rido, untuk memberikan penjelasan langsung terkait layanan kesehatan. “Silakan tanya apa saja soal BPJS. Kita selesaikan di sini,” tegasnya.
Langkah ini menjadi jembatan penting antara masyarakat dan lembaga penyedia layanan publik, memastikan informasi dan akses kesehatan berjalan tepat sasaran.
Dalam penyampaian resminya, Edwar mengejutkan peserta dengan paparan alokasi anggaran besar untuk Kepahiang pada APBD Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Tiga proyek fisik utama menjadi fokus:
- Pembangunan Jalan Batas Kepahiang–Sumsel senilai Rp12 miliar.
- Perbaikan pelapis tebing jalan Pasar Kepahiang–Batas Sumsel dengan dana Rp15 miliar.
- Pembangunan Jembatan Desa Bogor Baru, menjadi proyek terbesar dengan kucuran Rp25 miliar.
- Total anggaran lebih dari Rp52 miliar ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur Kepahiang menjadi prioritas pemerintah provinsi.
Tidak hanya infrastruktur besar, Edwar menjelaskan bahwa APBD 2026 juga menyasar program berbasis masyarakat. Salah satunya adalah dukungan langsung terhadap TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) di Kecamatan Ujan Mas.
Edwar menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada beton dan aspal. Oleh karena itu, tiga sektor prioritas juga disiapkan:
- Peningkatan ekonomi masyarakat, terutama melalui penguatan perkebunan dan pertanian.
- Kesejahteraan petani, dengan bantuan peningkatan produktivitas.
- Akses kesehatan untuk warga miskin, melalui alokasi PBI BPJS Kesehatan.
Edwar memastikan seluruh aspirasi yang diterima dalam reses ini akan dirumuskan menjadi program prioritas untuk tahun 2027.
Reses ini memperlihatkan bagaimana seorang wakil rakyat hadir sepenuh hati untuk mendengar dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Dari penarik becak hingga petani, setiap suara dihargai dan dicatat sebagai dasar pembangunan daerah. (Sanusi)




1 Komentar