DLIKNEWS.com, Kota Bengkulu – Pasar Jangkar Mas yang semula digadang-gadang menjadi pusat ekonomi baru masyarakat kini justru tampak sepi dan nyaris terbengkalai. Keberadaan pedagang liar di seberang gedung pasar diduga menjadi penyebab utama para pedagang resmi di dalam pasar merugi karena minimnya pembeli. 31/08/25

Pasar Jangkar Mas dibangun dengan dana Tugas Perbantuan (TP) Kementerian Perdagangan senilai Rp3 miliar dan selesai pada Desember 2023. Bahkan, pasar ini diresmikan langsung oleh Menteri Perdagangan Dr. Zulkifli Hasan, SE, MM pada Juni 2024 dengan harapan mampu menggerakkan roda perekonomian warga sekitar. Namun, setelah setahun lebih berjalan, pasar yang berdiri kokoh itu hanya dihuni lima pedagang aktif.

Salah seorang pedagang, Devi, mengaku kecewa karena dagangannya tidak laku akibat pasar yang semakin ditinggalkan pembeli. Ia berharap pemerintah kota, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), segera menertibkan pedagang liar yang berjualan di luar gedung pasar.

“Kalau pedagang liar dibiarkan, pasar ini akan terus sepi. Kami minta ketegasan pemda agar pasar Jangkar Mas bisa kembali ramai,” ungkap Devi.

Hal senada disampaikan oleh Hendra, pengurus Pasar Jangkar Mas yang mewakili Kepala UPTD Pasar Kota Bengkulu, Ganda Wijaya. Ia mengakui kondisi pasar memang sangat sepi dan perlu campur tangan serius pemerintah daerah.

“Ya benar, sekarang Pasar Jangkar Mas sepi. Kami mohon perhatian Pemkot Bengkulu dan Dinas Perdagangan agar pedagang liar di sekitar pasar segera ditertibkan,” ujarnya.

Fenomena Pasar Jangkar Mas menambah deretan pasar modern yang gagal berkembang karena lemahnya pengawasan serta maraknya pedagang liar. Padahal, pembangunan pasar ini menelan anggaran miliaran rupiah dari pemerintah pusat dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan pasar ini akan benar-benar terbengkalai dan hanya menjadi “monumen beton” tanpa fungsi ekonomi. (Anthony Pattipeilohy)