DLIKNEWS.com, Kepahiang – Dalam rangka menyambut datangnya bulan Suro atau 10 Muharram 1447 Hijriah, masyarakat Desa Cerbon Baru, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, menggelar acara adat Sedekah Bumi. Tradisi tahunan yang sarat makna ini dilangsungkan pada Sabtu pagi (5/7), di halaman Balai Desa Cerbon Baru.

Sedekah Bumi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wujud nyata rasa syukur masyarakat terhadap hasil bumi yang mereka panen sepanjang tahun. Tradisi ini telah dijalankan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal.

Sedekah Bumi Cerbon Baru: Tradisi Syukur Warga Menyambut Bulan Suro, Dliknews.com

Dihadiri Para Tokoh dan Forkopimcam

Acara dimulai sejak pagi dengan doa bersama dan penyampaian harapan untuk musim tanam berikutnya. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Cerbon Baru, Topan, bersama Ketua Adat, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA), Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memenuhi halaman desa.

Turut hadir pula Camat Seberang Musi beserta jajaran Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Forum Kepala Desa se-Kecamatan Seberang Musi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini semakin menambah semarak dan kekhidmatan acara.

Momentum Bersyukur dan Menjaga Kearifan Lokal

Dalam sambutannya, Kepala Desa Cerbon Baru, Topan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat atas antusiasme dan kekompakan dalam menjaga tradisi Sedekah Bumi. Ia menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan simbol kebersamaan.

“Ini tahun ketiga secara berurutan Desa Cerbon Baru mengadakan Sedekah Bumi. Kami ingin tradisi ini terus hidup dan menjadi pengingat bahwa segala hasil panen yang kita nikmati berasal dari limpahan rahmat Allah SWT,” ujar Topan.

Ia juga berharap agar acara semacam ini dapat memperkuat semangat gotong royong antarwarga dan menjadi momentum memanjatkan doa agar hasil pertanian masyarakat, terutama kopi dan lada, semakin meningkat.

Camat Apresiasi dan Dorong Pelestarian Tradisi

Sementara itu, Camat Seberang Musi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat yang berhasil menyelenggarakan kegiatan adat secara konsisten. Menurutnya, Sedekah Bumi bukan hanya sekadar acara budaya, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga dan momentum memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi.

“Kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata rasa syukur kita atas nikmat panen. Apalagi, harga kopi dan lada dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan. Ini patut kita syukuri bersama, dan semoga semakin memotivasi para petani untuk terus mengelola lahannya dengan baik,” kata Camat.

Menjaga Tradisi, Menyongsong Masa Depan

Sedekah Bumi bukan hanya soal ritual, tetapi juga menjadi pengikat sosial masyarakat Desa Cerbon Baru. Dalam suasana penuh kebersamaan, masyarakat saling berbagi makanan, menyampaikan harapan, dan mempererat hubungan antarwarga lintas generasi.

Kehadiran tradisi semacam ini membuktikan bahwa di tengah kemajuan zaman, nilai-nilai adat masih menjadi pegangan masyarakat dalam menjalani kehidupan. Harapan ke depan, Sedekah Bumi tak hanya bertahan, tapi juga bisa menjadi bagian dari wisata budaya lokal yang memperkenalkan kekayaan tradisi Kepahiang kepada publik lebih luas.

Dengan menjaga tradisi, masyarakat Cerbon Baru telah menjaga jati diri dan akar budaya mereka. Di tengah derasnya arus globalisasi, acara seperti Sedekah Bumi menjadi penyeimbang yang mengakar kuat pada nilai-nilai lokal dan spiritual. (Adv)

(Yoyon Domeri – DLIK NEWS)