Bengkulu Tengah, DLIKNEWS.com – Kondisi jembatan di Desa Paku Haji, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, semakin memprihatinkan. Infrastruktur vital yang menjadi satu-satunya akses penghubung antar desa tersebut kini dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Keluhan datang dari warga setempat yang meminta pemerintah daerah segera melakukan perbaikan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa jembatan tersebut sangat penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Jembatan ini satu-satunya akses kami ke desa lain. Kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah agar segera memperhatikan kondisi ini. Jangan sampai menunggu ada korban baru diperbaiki,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Warga juga menyoroti peran anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, khususnya dari daerah pemilihan (dapil) II, agar lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat. Mereka berharap fungsi pengawasan legislatif dapat dijalankan secara maksimal.
“Kami sudah memilih, jangan sampai suara kami sia-sia. Kami butuh perhatian nyata, terutama untuk infrastruktur penting seperti ini,” tambahnya.
Di sisi lain, tokoh masyarakat sekaligus putra daerah Bengkulu Tengah, yang namanya belum mau di publikasikan di media ini, turut menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jembatan tersebut. Ia mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret.

Menurut nya, perbaikan jembatan tidak boleh ditunda karena berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan bagi masyarakat yang melintas setiap hari. Ia juga menyinggung peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam upaya mitigasi risiko.
“BPBD memiliki tugas untuk mencegah dan menanggulangi potensi bencana. Jangan menunggu sampai ada korban. Jembatan ini harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta anggota DPRD Bengkulu Tengah dapil II untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan infrastruktur.
“Gunakan hak pengawasan dengan baik. Jangan sampai jembatan di wilayah sendiri tidak diperhatikan. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” katanya.
Malani juga menyinggung bahwa jembatan tersebut sebelumnya dibangun dengan anggaran yang cukup besar. Namun, ia menilai hasil pengerjaan tidak maksimal sehingga kondisinya cepat mengalami kerusakan.
“Kalau anggarannya besar, seharusnya kualitasnya juga baik. Ini perlu menjadi evaluasi bersama,” tambahnya.
Hingga laporan ini disampaikan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terkait rencana perbaikan jembatan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan cepat dan tepat demi keselamatan warga serta kelancaran aktivitas di wilayah tersebut.
Malani Zarkoni Kepala Biro Media dliknews.com Kab. Bengkulu Tengah Melaporkan




Tinggalkan Balasan