Kepahiang, dliknews.com – Pemerintah Desa Bandung Baru, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kembali menegaskan kepeduliannya terhadap pendidikan dengan menyalurkan seragam sekolah gratis kepada siswa kurang mampu dan berprestasi pada Selasa, 22 April 2025.

Bertempat di Gedung PAUD Desa Bandung Baru, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa, Muson. Puluhan siswa dari jenjang SD dan SMP hadir bersama guru dan orang tua mereka dalam acara penyerahan simbolis seragam baru tersebut.

Dalam sambutannya, Muson menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk mendorong pendidikan yang inklusif dan tanpa hambatan ekonomi. Ia menegaskan bahwa pemberian seragam sekolah ini bertujuan untuk membantu keluarga yang kurang mampu sekaligus memberi apresiasi kepada siswa berprestasi.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak di desa ini yang putus sekolah karena alasan biaya. Ini juga bentuk motivasi agar mereka terus semangat belajar,” ungkap Muson di hadapan para undangan.

Program seragam gratis ini menjadi agenda tahunan yang rutin dianggarkan oleh Pemerintah Desa Bandung Baru. Prioritasnya adalah siswa dari keluarga tidak mampu, namun siswa berprestasi juga mendapatkan perhatian sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka di bidang akademik.

Dengan adanya bantuan seragam ini, Pemdes berharap bisa mengurangi beban finansial orang tua dan memperkuat semangat belajar anak-anak. Pemerintah desa juga menilai pendidikan sebagai jalan utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda.

Kegiatan tersebut disambut haru dan bahagia oleh para siswa. Mereka tampak antusias mencoba seragam baru, sementara para orang tua mengungkapkan rasa terima kasih atas inisiatif mulia dari pemerintah desa.

Guru dan tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan apresiasi atas program ini. Mereka menilai langkah Pemdes Bandung Baru sebagai contoh nyata bagaimana pemerintah desa dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayahnya.

“Ini bukan sekadar bantuan seragam, tapi bentuk kepedulian yang menyentuh langsung kebutuhan warga,” ujar salah satu guru SD yang hadir.

Dengan konsistensi dan sinergi antara pemerintah desa, warga, serta lembaga pendidikan, Desa Bandung Baru menunjukkan bahwa pembangunan di sektor pendidikan bisa dimulai dari desa dan memberi dampak nyata bagi masa depan anak-anak. (Yoyon Domeri)