DLIKNews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali turun ke lapangan. Kali ini lewat program pasar murah yang menyasar masyarakat jelang Idul Adha. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran langsung membuka secara simbolis program ini, Kamis (5/6/2025) di halaman Masjid Syajaroh, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan.

Yang menarik perhatian, kehadiran Kapolres Kobar AKBP Theodorus Priyo Santosa, S.I.K. yang secara tegas menyatakan dukungan penuh. Tak sekadar hadir, Kapolres memastikan aparat siap mengawal dan mengamankan jalannya kegiatan dari awal hingga selesai.

“Kegiatan ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami tak akan biarkan ada yang mengacaukan. Pengamanan total,” tegas Kapolres.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang sejak siang sudah memadati lokasi. Atmosfer yang hangat namun tertib menunjukkan antusiasme tinggi atas pasar murah tersebut.

Gubernur Agustiar tak hanya datang membuka pasar murah. Ia juga memimpin peninjauan lokasi pembangunan jembatan gantung yang direncanakan dibangun di wilayah Mendawai. Infrastruktur ini akan menjadi akses penting penghubung ekonomi warga, terutama di kawasan padat penduduk.

“Kami tidak hanya beri sembako murah, tapi juga bangun konektivitas. Kesejahteraan harus didorong dari banyak arah,” kata Gubernur lugas.

Jembatan gantung tersebut masuk dalam prioritas Pemprov Kalteng sebagai solusi transportasi yang selama ini menjadi hambatan ekonomi masyarakat. Jika selesai, diperkirakan akan memangkas separuh waktu tempuh antara dua kelurahan yang selama ini dipisahkan sungai.

Puluhan tenda pasar murah berdiri rapi di halaman masjid. Minyak goreng, beras, gula, dan telur dijual dengan harga jauh di bawah pasar. Tidak butuh waktu lama, antrean pun mengular.

Ibu Rahmah (47), warga setempat, menyebut ini sebagai program yang nyata terasa.

“Biasanya kalau ada acara begini cuma simbolis. Ini benar-benar bisa beli langsung, harganya separuh pasar,” ujarnya sambil menunjukkan dua liter minyak goreng yang baru dibelinya.

Program pasar murah ini jadi bukti bahwa Pemprov Kalteng bersama aparat kepolisian serius menjaga stabilitas sosial dan ekonomi warga. Menjelang Hari Raya Idul Adha, pemerintah tak ingin rakyat sendirian menghadapi kenaikan harga.

Sementara aparat keamanan, seperti yang disampaikan Kapolres, akan memastikan tak ada penyusup, oknum spekulan, atau gangguan keamanan dalam kegiatan yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat kecil ini. (Laila Rusna)