Bengkulu, Dliknews.com — Manajemen Dliknews.com resmi memutuskan untuk menghentikan kerja sama pemberitaan dengan platform distribusi berita Vritimes. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan perusahaan pada Selasa, 26 November 2025, setelah melalui proses evaluasi yang dinilai penting untuk menjaga standar profesional dan kredibilitas redaksi.

Pemutusan hubungan kerja sama tersebut berawal dari proposal kolaborasi yang diajukan oleh seseorang bernama Pondra, yang mengaku sebagai pihak marketing Vritimes. Ia menawarkan sistem distribusi berita yang diklaim dapat meningkatkan trafik portal media melalui jaringan penyebaran konten yang lebih luas.

Namun setelah dilakukan penelaahan internal, manajemen Dliknews.com menilai bahwa tawaran tersebut tidak memenuhi standar operasional perusahaan, khususnya dalam aspek kejelasan mekanisme kerja, legalitas, dan transparansi sistem distribusi. Tidak ada bukti konkret yang dapat memastikan bahwa janji peningkatan trafik dan ekspansi jaringan benar-benar dapat diwujudkan.

“Kami hanya akan menjalin kemitraan dengan pihak yang memiliki rekam jejak jelas, legalitas kuat, dan sistem yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar salah satu pimpinan Dliknews.com. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin mengambil risiko terhadap bentuk kerja sama yang tidak memiliki dasar profesional yang kuat.

Manajemen juga menekankan bahwa setiap bentuk kolaborasi harus selaras dengan visi perusahaan untuk membangun ekosistem media yang bersih, kredibel, dan bertanggung jawab. Prinsip tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik dan integritas jurnalistik Dliknews.com, yang selama ini berkomitmen menyediakan informasi faktual dan akurat kepada pembaca.

Di sisi lain, terdapat rilis lama yang dikeluarkan pihak Vritimes pada 11 Juni 2024, yang menyebutkan adanya kemitraan strategis dengan DlikNews.com dan WorldSiber.com. Rilis tersebut menyampaikan bahwa kerja sama dirancang untuk memanfaatkan teknologi distribusi dan analitik Vritimes demi meningkatkan jangkauan publikasi.

Dalam rilis yang sama, CEO Vritimes, Ferry, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen menghadirkan inovasi dalam jurnalisme digital melalui integrasi teknologi analitik dan distribusi konten waktu nyata.

Meski demikian, pihak Dliknews.com menegaskan bahwa evaluasi terbaru menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara janji layanan dengan kenyataan operasional yang disampaikan pihak pengaju kolaborasi. Karena itu, manajemen memutuskan mengambil langkah tegas demi menjaga arah pengembangan media yang berbasis seperti transparansi, etika, dan akuntabilitas informasi.

Keputusan ini menjadi penegasan bahwa Dliknews.com tetap fokus pada penguatan kualitas redaksi serta pengembangan teknologi internal yang berorientasi pada standar jurnalistik.

Penulis: Redaksi