DLIKNEWS.com, Bintuhan – Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, kembali mencatat sejarah penting di bidang pendidikan. Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP, turun langsung memantau jalannya program nasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 14 Kaur yang resmi memulai kegiatan belajar mengajar (KBM). Kehadiran sekolah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Apresiasi tinggi datang dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Kepala Sentra Darma Guna Bengkulu, Syam Wuryani. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kaur yang dinilai sangat serius memberikan dukungan. “Yang pertama sekali kami banyak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Kaur atas dukungan luar biasa ini sehingga Sekolah Rakyat bisa berdiri,” ujar Syam.

SRT 14 Kaur kini menjadi sekolah rakyat kedua di Provinsi Bengkulu, setelah sebelumnya berdiri di wilayah lain. Keberadaan sekolah ini sejalan dengan cita-cita Presiden Republik Indonesia untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan fasilitas lengkap, sekolah ini memastikan anak-anak dari keluarga kategori ekonomi rendah, khususnya desil 1 dan desil 2, tetap dapat mengenyam pendidikan setara dengan sekolah maju lainnya.

Bupati Kaur, Gusril Pausi, menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci lahirnya generasi emas 2045. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh keberlangsungan Sekolah Rakyat. “Kita ingin tidak ada lagi anak-anak Kaur yang putus sekolah karena faktor ekonomi. Sekolah Rakyat hadir untuk membuka akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas,” tegas Gusril Pausi.

Sekolah Rakyat Terintegrasi Kaur juga mengusung konsep pendidikan inklusif. Kurikulum umum dipadukan dengan pendidikan karakter agar peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kemandirian, dan semangat kebangsaan. Harapannya, lulusan dari SRT ini mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.

Dengan adanya SRT Kaur, masyarakat menyambut penuh harapan. Banyak orang tua merasa lega karena anak-anak mereka bisa sekolah dengan fasilitas layak tanpa terbebani masalah biaya. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi solusi konkret untuk menekan angka putus sekolah yang selama ini menjadi masalah serius di daerah-daerah pedesaan.

Kementerian Sosial menilai keberhasilan Kaur mendirikan SRT tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dukungan penuh dari Bupati dan Wakil Bupati menjadi faktor kunci keberhasilan program nasional ini bisa diwujudkan di Kabupaten Kaur. (Adv)