Bengkulu Utara, DLIKNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) memastikan ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akhirnya menerima gaji perdana mereka. Pembayaran tersebut dilakukan setelah para pegawai dilantik pada Rabu, 24 September 2025, dan menjadi kabar menggembirakan di tengah tekanan fiskal yang masih membayangi daerah.

Plt Kepala BKAD Bengkulu Utara, Charles Jhonson, ST, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk pembayaran gaji PPPK bulan Oktober. Proses pencairan berlangsung sejak awal pekan, sementara sisa anggaran menunggu transfer dana dari pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Charles pada Senin, 10 November 2025.

Menurut Charles, pembayaran dilakukan bertahap satu bulan karena kondisi keuangan daerah sedang mengalami paceklik fiskal. Ia menjelaskan bahwa dinamika anggaran memaksa pemerintah daerah menerapkan manajemen keuangan yang lebih ketat, terutama dalam memenuhi kewajiban belanja pegawai.

Meskipun kondisi fiskal terbatas, Charles menegaskan bahwa Pemkab Bengkulu Utara tetap berkomitmen menyelesaikan hak pegawai. Ia menilai pencairan gaji PPPK menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tetap menjaga tanggung jawab anggaran serta mengutamakan pembayaran pegawai meski menghadapi tekanan fiskal.

Lebih lanjut, Charles menjelaskan bahwa pembayaran gaji bulan berikutnya baru dapat dilakukan setelah transfer termin berikutnya diterima dari pemerintah pusat. Ia meminta para pegawai memahami situasi yang dihadapi daerah, mengingat aliran dana pusat sangat menentukan keberlangsungan arus kas pemerintah kabupaten.

“Untuk sisanya, kami masih menunggu transfer pusat termin berikutnya. Begitu dana masuk, pembayaran langsung diproses sesuai mekanisme,” ujar Charles.

BKAD berharap pencairan ini dapat menjaga fokus kerja pegawai PPPK dalam memberikan pelayanan publik. Pemerintah daerah pun meminta dukungan semua pihak agar koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan efektif sehingga pembayaran gaji berikutnya tidak mengalami keterlambatan.

Situasi fiskal Bengkulu Utara yang tengah menantang diharapkan membaik melalui penyesuaian kebijakan anggaran serta peningkatan efektivitas transfer dana. BKAD memastikan seluruh proses keuangan dilakukan secara akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi, demi menjaga stabilitas fiskal daerah. (Adv)