Bengkulu, DlikNews.com – Persoalan penggunaan pelat dinas kendaraan yang diubah dari merah ke hitam belum juga terselesaikan. Kini, Sekretariat DPRD dihadapkan pada polemik baru terkait perjalanan dinas pegawai yang dinilai tidak sesuai dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Praktisi hukum Bengkulu, Rustam Efendi, S.H., C.PS., C.MK., menyoroti permasalahan ini dan menilai bahwa kebijakan perjalanan dinas Sekretariat DPRD bertentangan dengan semangat penghematan anggaran sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 serta regulasi turunan dari Kementerian Dalam Negeri dan edaran Pemerintah Daerah Provinsi.
“Sangat disayangkan, di tengah kebijakan pemangkasan anggaran yang sedang digencarkan pemerintah, masih ada pejabat yang justru mengabaikannya,” ujar Rustam, Kamis (13/3/2025).
Perjalanan Dinas Membengkak, Pengawasan Dipertanyakan
Salah satu poin utama dalam kebijakan efisiensi anggaran adalah pemangkasan biaya perjalanan dinas hingga 50% dari pagu anggaran. Pemangkasan ini tidak hanya berlaku bagi pegawai sekretariat, tetapi juga bagi anggota DPRD sendiri.
Namun, realitas di lapangan justru sebaliknya. Berdasarkan temuan, bendahara Sekwan beserta staf melakukan perjalanan dinas dengan jumlah peserta yang lebih banyak dibandingkan anggota DPRD itu sendiri. Tercatat ada tujuh pegawai Sekretariat DPRD yang ikut dalam perjalanan dinas, melebihi jumlah anggota dewan yang seharusnya berangkat.
“Di mana fungsi pengawasan Sekwan? Bagaimana perjalanan dinas seperti ini bisa lolos, padahal pemerintah sedang ketat dalam mengontrol pengeluaran?” tegas Rustam.
Desakan Tindakan Tegas dari Gubernur
Rustam menekankan bahwa Gubernur Bengkulu yang baru harus segera mengambil tindakan terhadap dugaan pemborosan ini. Ia menilai bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak akan berjalan efektif jika tidak diikuti dengan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaannya.
“Kami berharap Gubernur segera menindak tegas bendahara Sekwan dan staf yang terlibat. Ini bukan sekadar soal administrasi, tetapi menyangkut komitmen pemerintah dalam menerapkan penghematan anggaran secara nyata dan konsisten,” tutup Rustam.**



1 Komentar