Kepahiang, dliknews.com — Keterbatasan infrastruktur dan beratnya medan menuju wilayah pelosok tidak menyurutkan kepedulian terhadap dunia pendidikan. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepahiang, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, S.H., M.H., bersama jajaran turun langsung menembus jalur ekstrem menuju Dusun Damar Kencana, Desa Sosokan Taba, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Sabtu (29/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menghadirkan akses internet satelit Starlink di SDN 07 Damar Kencana, sekolah yang selama ini menghadapi keterbatasan jaringan komunikasi dan internet.
Kajari Kepahiang bersama Kasi Intel Johansen Christian Hutabarat, S.H., M.H., sejumlah staf, serta komunitas motor trail setempat menempuh perjalanan sekitar 7,3 kilometer dari pusat Desa Sosokan Taba menuju Dusun Damar Kencana.
Medan yang terjal dan sulit dilalui kendaraan biasa menjadi tantangan tersendiri. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi rombongan untuk mencapai sekolah yang berada di wilayah pelosok tersebut.
Bukan Sekadar Kunjungan Kerja
Perjalanan itu bukan sekadar agenda kunjungan kerja. Kehadiran Kajari dan rombongan membawa misi sosial untuk membantu membuka akses teknologi bagi tenaga pendidik dan peserta didik di daerah yang masih menghadapi keterbatasan konektivitas.
Keterbatasan internet selama ini menjadi salah satu persoalan yang dapat memengaruhi akses sekolah terhadap berbagai sumber informasi dan pembelajaran digital. Padahal, perkembangan teknologi membuat konektivitas internet semakin penting dalam mendukung proses pendidikan.
Melalui pemasangan perangkat Starlink, SDN 07 Damar Kencana diharapkan dapat memperoleh akses internet yang lebih memadai sehingga guru dan siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk mengakses sumber pembelajaran digital.
Daerah Pelosok Tidak Boleh Terisolasi
Di sela proses perakitan dan pengaturan perangkat internet di lokasi sekolah, Kajari Kepahiang Bagus Nur Jakfar Adi Saputro menegaskan bahwa keterlibatan berbagai elemen menunjukkan perhatian terhadap masyarakat di wilayah pelosok.
Menurut Bagus, keberadaan aparat penegak hukum bersama pemerintah desa dan unsur masyarakat di wilayah tersebut menjadi pesan bahwa keterbatasan akses tidak boleh membuat daerah pelosok terabaikan.
“Saya dari berbagai elemen, lintas struktural, kepala desa kami hadir di sini, untuk memberikan satu hal bahwa daerah ini tidak boleh lagi terisolir, maka kami akan pasang internet Starlink di sekolah SDN 07,” ujar Bagus.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur.
Internet Diharapkan Mendukung Pembelajaran
Kehadiran akses internet di sekolah pelosok diharapkan memberikan manfaat langsung bagi kegiatan belajar mengajar. Guru dapat memanfaatkan sumber pembelajaran digital, sementara siswa memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber.
Akses internet juga dapat membantu sekolah mengikuti perkembangan informasi pendidikan, termasuk berbagai materi pembelajaran yang tersedia secara daring.
Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap pemerataan akses pendidikan. Sebab, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan tenaga pendidik dan sarana fisik, tetapi juga kemampuan sekolah mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.
Menembus Keterbatasan Infrastruktur
Perjalanan menuju Dusun Damar Kencana memperlihatkan masih adanya tantangan infrastruktur yang harus dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah pelosok Kepahiang.
Penggunaan motor trail menjadi pilihan karena kondisi jalur yang berat. Perjalanan sejauh 7,3 kilometer dari pusat desa menuju dusun harus ditempuh dengan menghadapi medan ekstrem.
Meski demikian, rombongan tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di SDN 07 Damar Kencana dan melaksanakan pemasangan perangkat internet satelit.
Kehadiran akses Starlink di sekolah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas keterbatasan jaringan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memperkuat konektivitas pendidikan di daerah terpencil.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap pendidikan dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kolaborasi. Dengan dukungan pemerintah, aparat, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya, keterbatasan geografis diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak di pelosok untuk mendapatkan akses terhadap informasi dan teknologi.
Editor: Sanusi




Tinggalkan Balasan