Brimob Kalteng Gelar Panen Raya Jagung, Dukung Kemandirian Pangan Daerah

Sampit, DLIKNEWS.com – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan panen raya jagung di dua lokasi sekaligus, yakni di lahan pertanian milik Mako Batalyon B Pelopor di Sampit dan Kompi 3 Batalyon B Pelopor di Pangkalan Bun. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu pagi (5/4/2025) ini menjadi simbol sinergi nyata antarinstansi dalam memperkuat sektor pertanian di daerah.

Panen raya ini dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda Kalteng, AKBP Viddy Dasmasela, S.H., S.I.K., M.M., yang mewakili Dansat Brimob Kombes Pol Dr. Nugroho Tri Nuryanto. Lokasi utama kegiatan bertempat di lahan Mako Batalyon B Pelopor, Jalan Jenderal Sudirman Km. 20, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kotim Irawati, S.Pd., perwakilan Forkopimda, pejabat dari Kodim 1015/Sampit, Kejaksaan Negeri, Dinas Pertanian, Perum Bulog, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi terkait. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, AKBP Viddy menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi Polri terhadap program nasional ketahanan pangan. Ia menekankan bahwa panen jagung yang dilakukan hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti keterlibatan langsung aparat kepolisian dalam mendukung swasembada pangan.

“Keterlibatan personel Brimob dalam pengelolaan lahan pertanian ini merupakan langkah konkret untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Kami berharap, langkah ini bisa menginspirasi masyarakat untuk turut serta dalam upaya memanfaatkan lahan kosong secara produktif,” ujar AKBP Viddy.

Panen dilakukan di lahan seluas 2 hektar di Mako Batalyon B Pelopor Sampit, yang sebelumnya telah ditanami jagung pada 5 Desember 2024. Masa panen jatuh tepat empat bulan kemudian, yakni pada 5 April 2025. Sementara itu, panen serupa juga dilakukan di Kompi 3 Pangkalan Bun dengan luas lahan 0,5 hektar.

AKBP Viddy juga menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin antara Brimob, Pemerintah Daerah, TNI, serta instansi vertikal lainnya. Menurutnya, ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan lintas sektor.

“Sinergi ini menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menghadapi tantangan global, termasuk ancaman krisis pangan. Apa yang kami lakukan hari ini adalah bukti bahwa Brimob tidak hanya hadir dalam konteks keamanan, tetapi juga dalam urusan sosial dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kotim, Irawati, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif Satuan Brimob. Ia menilai bahwa peran aktif aparat keamanan dalam sektor pertanian memberikan dampak positif dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.

“Kolaborasi ini sangat strategis dalam rangka mewujudkan ketersediaan pangan yang cukup dan merata. Kami berharap program seperti ini dapat diperluas ke wilayah lain di Kalimantan Tengah,” kata Irawati dalam sambutannya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan ketahanan pangan, baik melalui pertanian keluarga, komunitas tani, maupun pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan alternatif.

Hasil panen dari kegiatan ini rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal kesatuan, serta sebagian lainnya akan didistribusikan kepada masyarakat sekitar melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perum Bulog Kotim.

Sebagai penutup acara, dilakukan sesi pemotongan jagung secara simbolis oleh para pejabat, diikuti dengan foto bersama dan ramah tamah. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa selama kegiatan berlangsung, memperlihatkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Kegiatan panen raya jagung yang digelar oleh Brimob Polda Kalteng ini menjadi contoh konkrit bahwa sektor pertanian dapat berkembang pesat jika digarap secara serius dan kolaboratif. Dengan keterlibatan aparat negara, diharapkan ketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, melainkan menjadi kekuatan nyata dalam menjaga stabilitas dan kemandirian bangsa. (Laila)